• Sen. Nov 28th, 2022

    Sih4nk

    Dari Kita Untuk Kita

    Hubungan Testing dan Kualitas

    Byh4nk

    Okt 5, 2022
    Hubungan testing dengan kualitas

    Definisi software berkualitas adalah software yang bebas error dan bug secara obyektif, tepat waktu dan dana, sesuai dengan kebutuhan atau keinginan dan dapat dirawat (maintainable).
    Pengertian kata obyektif adalah suatu proses pembuktian yang terstruktur, terencana dan tercatat / terdokumentasi dengan baik.
    Pendekatan yang obyektif sangat diperlukan karena kualitas adalah suatu hal yang tidak nyata dan subyektif. Ia tergantung pada pelanggan dan hal-hal lain yang mempengaruhinya secara keseluruhan.
    Pelanggan pada proyek pengembangan software dapat meliputi pengguna akhir (end-users),

    tester dari pelanggan, petugas kontrak dari pelanggan, pihak manajemen dari pelanggan,

    pemilik saham, reviewer dari majalah, dan lain-lain, dimana tiap tipe pelanggan akan
    mempunyai sudut pandang sendiri terhadap kualitas.
    Testing membuat kualitas dapat dilihat secara obyektif, karena testing merupakan pengukuran dari kualitas software. Dengan kata lain testing berarti pengendalian kualitas (Quality Control – QC), dan QC mengukur kualitas produk, sedangkan jaminan kualitas (Quality Assurance – QA) mengukur kualitas proses yang digunakan untuk membuat produk berkualitas.
    Walaupun demikian, testing tidak dapat memastikan kualitas software, namun dapat memberikan kepercayaan atau jaminan terhadap software dalam suatu tingkat tertentu. Karena testing merupakan pembuktian dalam suatu kondisi terkendali, dimana software difungsikan sebagaimana yang diharapkan pada test case yang digunakan.
    QA dan pengembangan produk adalah aktifitas yang berjalan secara paralel. QA meliputi review dari metode pengembangan dan standar, review dari semua dokumentasi (tidak hanya untuk standarisasi tapi juga verifikasi dan kejelasan isi). Secara keseluruhan QA juga meliputi validasi kode. Tugas dari QA adalah superset dari testing. Misinya adalah untuk membantu dalam minimalisasi resiko kegagalan proyek. Tiap individu QA harus memahami penyebab kegagalan proyek dan membantu tim untuk mencegah, mendeteksi dan membenahi masalah.
    Kadang tim testing direferensikan sebagai tim QA.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    //waufooke.com/4/5415556